ditulis : diar Cahdiar
Onthelis di mana saja berada, sepeda onthel saat ini benar-benar sebuah fenomena yang menakjubkan..setelah menjadi trend di seluruh Nusantara dan berbagai merek/type/seri menjadi idaman onthelis, sepeda-sepeda onthel unik pun bermunculan pula..salah satunya adalah milik Bapak Helmi dari wargi PEDAL Kota Indramayu.
Awalnya saya mendapatkan informasi dari Iwan Persalas Sumedang,yang mengatakan bahwa ada Gazelle unik mirip Simplex Zweat Fiets di Indramayu..karena penasaran saya minta no HP nya pak Helmi..dan setelah kontak-kontak beliau bersedia mengirimkan foto nya via email. Setelah saya tunggu dgn tidak sabar selama 1 minggu email itu muncul..dan setelah saya lihat fotonya..seperti yang akan kita liat di bawah ini :
Sepeda yang benar-benar langka, ada per di batang dan di Garpu
Per yang unik pada batang jok dan batang tengah
Berdasarkan penuturan beliau sepeda ini didapatkan dari sesepuh Kota Indramayu,dan telah di cat ulang sesuai warna aslinya..Beliau sendiri masih bingung,Gazelle ini seri apa dan termasuk pada variant apa? barangkali ada rekan onthelis yang mengetahui dan pernah melihat..kami mohon petunjuk dan komentarnya..terima kasih



baru sekali liat nih yg modelnya kayak gini…
[...] 2009Mimpi Yang Tak Terbeli PSB BandungPSB in Parisj Van JavaKonvoi…yuuPSB di PJTV PSH GarutGazelle nya Pak Helmi IndramayuNgonthel dimusim Hujan..Siapa TakutUltah Ke 1 GSB Cicalengka-Rancaekek SOLO[SOLO] @ Mojokerto – [...]
Kalau merujuk ke semua referensi sahih baik yang online di oudefiet.nl, rijwiel.net, maupun yang offline yakni buku resmi 75 tahun Gazelle dan 100 tahun gazelle, saya yakin bahwa sepeda ini bukanlah produksi Gazelle.
Namun demikian, sepeda ini memang terlihat unik dan keren. Selamat untuk Pak Helmi.
Manstab, ngejrenk warnanya
selama di kendarai nyaman ga masalah….
salam buat semua………..
wah….cantik sepeda nya,agak ganjil sepeda ini…..warna nya pun cantik. tapi saya tidak dapat pandang dengan jelas logo hadapan nya…..
bikinan ah, tp asik asik aja
Wah, ini onthel aneh banget,,,
iki sepeda opo meneh???
tapi,
uaaapik siih….
salam onthel ,
sebuah kesalahan fatal untuk memasang plat merk GAZELLE di sepeda modifikasi ini , ada baik nya tanpa merk dan tampil apa adanya sebagai sebuah karya original sepeda modifikasi , tentunya akan lebih bernilai seni karena idenya bagus , daripada mencoba me – legal – kannya sebagai sebuah sepeda produksi sekaliber raksasa Gazelle…………………wah…..wah ………nekat .
Salam
Bener pak , lebih baik tidak mengunakan emblem , malah makin garang dan buat orang makin penasaran. nuwun
enak di pakainya kan Pak?,,goes terus pantat mundur,,
Playboy jg nih sepeda
Sepeda Gazelle variant INDRAMAYU, …..he…he…. lanjudkan INOVASI-mu para INOVATOR !!!! Ini persis Gazelle yg dari Semarang, saya sudah mencobanya yg penting enak dipancal.
@ Marcopolo : Setuju dgn komentar anda.
Salam.-
Sebuah karya yang yang cukup menawan selamat y, apapun merknya yang penting tetap onthel he he……..
Klo merk di lepas akan lebih unik
Itu yang nempel dibatang atas apa ya ? sepertinya sirine, karya yang unik campuran sepeda + sepeda motor + dan mobil jeep.
@Bakri POL Lampung : memang sirine
Apakah sepeda model begini stabil dipakai mengingat ada per daun dan perkeong, what ever asyik juga sepedanya
@ marcopolo : idem
sepeda ini enak buat offroad, pastinya …
Sepertinya sepeda ini saya pernah liat saat Deklarasi KOSTI Banten di Serang …salut deh inovasinya …
Kayaknya sepeda ini bukan bermerk Gazelle.
Tetapi yg jelas sepeda ini kelihatan nyaman buat di goes…
Selamat bersepeda ria… salam dari Jogja…
sepertinya ne sepeda salah keturunan…., pa bikin keturunan baru alias kawinan ya….. yg penting bisa exis di onthelis….
PALSU BANGET GITU LOHHHHHHHHHHHH
SEPEDA BIKINAN ITU
Hybrid tp unik,lanjutkan kreasinya…
Salah satu karya anak negeri, “sepeda modifikasi” yang perlu diacungi jempol.
Selamat berkreativitas……..salam dari klaten
di sapakbor depan ada besi plat yang nonggol (dudukan tempat baut), knapa gak dibuang aja atau ditekuk ke dalam, jadinya gak mecing kan…
Klop banget….!
Sebaiknya tampil apa adanya, sebagai kreatifitas tanpa batas.
Sukses Pak Helmy….!!
Gazella Gado2* emping mlinjo,….pokokny gk seburuk Phoenix tahu campur aja daah
Haha, that is a nice bicycle, some of you Indonesians have a lot of fantasy in building your own special “oldtimer” !
This one looks like the child of father “Simplex Zweeffiets” and mother transportbike.
Nice made, looks very comfortable.
Greetings from Holland,
Andre
sepeda langka, soale “bikinan dewe”, soal merk ditempel apa aja boleh kok, pokoke goes aja lah………….gitu aja kok repot
SPEDA APAKAH INI…???
KREASI ANAK BANGSA….!!!HUAHUAHUAHUAHUA…
TP salut aq…KREATIF…..
Tp JGn Nebeng Merk Org dong…
bikin Merk sendiri kan lebih bagus….!!!
kasih merek Gozilla aja heheeh mirip kayak nya heheh salam kenal aja…
waaaaahhhhh…………………yg model sepeda ini ada juga di negri kita toh, saya pernah lihat di web luar negeri juga model sepeda ini. cakep dah…gue demen.!
mungkin perlu dilakukan percobaan, mengingat sistem per daun Zweeffiets, sangat istimewa….bahan yang di gunakan juga khusus….
Juga perlu perhatikan konstruksi? jangan malah jadi pertanyaan…..
Tapi itulah sepeda, semakin lama mencintai, semakin muncul ontel2 yang unik dan asoooyyy…
Selamat buat ontel yang unik….
Sebetulnya konstruksi rangka per seperti pada sepeda simplex zweefiets cukup nyaman dikendarai asalkan si pengendara bisa mengatur titik berat badan secara proporsional pada titik tengah pada jarak ayunan sadel antara titik tertinggi dan terendah.
Kelemahannya adalah ayunan sadel kadang-kadang terlalu menyentak kalau kita berhenti mendadak pada saat berjalan sehingga membuat posisi badan terasa tidak nyaman. Sementara itu kalau dipakai pada jalan bebas hambatan, serasa mirip naik kuda beroda….goyang-goyang asyik.
kebayang pa helmi baca koment temen2
hehehehehehe,,,
pak saya cuma demen sirene pmk kunonya, cepetan pak lempar aja ke saya,…….hu..he..he
Peduli amat orang sebut merk yg penting yg make ini sepeda ngerasa nyaman. Gowes terus Pak..
kami d metro punya 1 sepeda yang bentuk nya bener2 mirip dengan sepeda yang d tampilin d halaman ini
kami sempet bingung juga nyarin informasi tentang sepeda itu
Kirim ke saya fotonya mas agung…cahdiar@yahoo.com…ntar kita diskusikan disini..makasih
sepanjang goesnya pake kaki dan buat badan sehat,,apalagi unik jalan terus pak…maju trs ontelis dermayu
ini merupakan bentuk kreatifitas anak bangsa terutama para onthelis,saya pernah melihat bentuk asli dr spd ini di sebuah website dan saya kagum dibuatnya,tp kalo boleh usul..
1.di gambar yg asli per yg ada dibawah sadel itu sebenarnya kondisi kosong atau melayang,jd kinerja per daun yg di depannya bekerja maksimal menahan beban tubuh.
2.seperti yg disebut onthelis lainnya,alangkah baiknya tidak memasang logo gazelle,nanti malah bikin org awam tersesat.
3.kalo memasang logo gazelle alangkah baiknya pasang juga piringan depan dgn merek gazelle.
4.akan lebih terlihat alami kalo tidak dicat atau dibiarkan batang besi terlihat kusam,sehingga memberi kesan lawas.
5.alangkah baiknya sepeda ini hanya dibuat utk kesenangan pribadi dan tdk diperjualbelikan..(kasian yg beli..) seperti halnya sepeda palang “jadi2an”..karena sejatinya sepeda palang atau gapit itu dulu hanya dipakai pajangan di showroom2 sepeda jaman dulu…terima kasih
Teman-teman Ontelis Sejati ,
kalau kita bicara sepeda onthel , kita bicara barang tua , unik , antik dan original , bicara kenyamanan bersepeda soal lain lagi . ada banyak merk sepeda MTB sekarang , yang kalau di kendarai pasti di jamin enak karena di produksi pabrik terkenal dengan brand Image yang kuat ., jadi ketika bicara soal; sepeda antik harus di pisahkan dengan KENYAMANAN BERSEPEDA ! kita ini sering kali punya pikiran lain di kepala lain di hati , sebagai contoh kenapa para netter di sini tidak pernah menampilkan sepeda kebanggaannya yang merk Phoenix made China ? apa ini bukan sepeda ? apa ini tidak nyaman di kendarai ?apa ini bukan antik dan unik ?
Perhatikan Komentar seorang Andre Koopmann di atas , dia bilang kita ini hanya bisa berfantasi dan bikin perkawinan silang , sayang dia tidak tau kalau sepeda ini di beri merk Gazelle …..kalau tau mungkin masih ada komentar tambahan lainnya.
Kita sebagai pencinta barang tua , antik dan unik , tidak akan asal menempelkan sebuah merk atau usul untuk menempelkan perlengkapan sepeda , apa lagi gir tengah gazelle pada sepeda yang bukan merk tersebut , ini usul cukup aneh ! Komentar P. Sahid di atas cukup jelas , Gazelle tidak pernah mengeluarkan model sepeda ini , tentunya kita harus menghargai karya dan produksi dari pabrik Gazelle , bukan sekedar mengklaim karena ada merk gazelle di sana , lantas ini sepeda ………….???
Yang Original biarlah original , yang antik dan unik biarlah di biarkan apa adanya , yang rekayasa atau modifikasi janganlah mengklaim sebagai antik , unik , dan original dari merk yang sudah baku dan eksis dimakan usia .
Kesimpulannya , kita jangan campur adukan , keotentikan sepeda antik , unik , langka dengan masalah kenyamanan bersepeda dan kebebasan berkreatifitas , wadahnya sendiri – sendiri , termasuk kriterianya.
Wasalam
setuju sama koment pa yudi,,
Acc aja.
kok acc…gimana cobranya?udah nancep disepeda ?
sebuah cermin yang perlu kita luruskan dalam persepeda dan kepuasan. jika mencari kepuasan untuk kreasi diri sendiri perlu kejujuran kita tentang asal sepeda, tetapi kalau sudut persepedaan untuk dalam konteks sepeda kuno ( mengarah ke orisional suatu merk ) sangat di sayangkan, jangan sampai kita mendapat suatu yang bertentangan dari orang-orang kita sendiri bahwa sepeda kuno dunia yang tidak jelas ujung dan pangkalnya ( membuat sesuatu yang tak jelas menjadi jelas berdasarkan fakta yang tak jelas ). terlepas semuanya selamat berkreasi tetapi mari kita bercermin pada kita inikah bangsa kita yang tak menghormati hak intelektual orang lain ( jangan salahkan malaysa jika begitu ). salam Faj
pa helmi sepedanya bagus juga.. klo pnya saya mah ga keurus nee.. pnya bpk endang arifin.. hehehe…
kepada semua onthelist dimanapun anda berada,
berkaitan dengan masalah sepeda..apapun bentuk dan modelnya, bagi saya khususnya tdk jadi masalah,apalagi kategori modifikasi atau gado2..sekiranya masih dlm batas kewajaran (seperti kelengkapan bawaan sepeda) yg paling penting adalah jgn membuat kerancuan dalam menyikapi sebuah sepeda kuno,krn minimal kita semua mempunyai misi tidak langsung dgn memberikan pembelajaran bagi orang awam ttg sepeda kuno,maka dr itu dr awal tmn2 dr PASKAS pada setiap kegiatan yg semula mengadakan kontes sepeda diubah menjadi bentuk pameran saja,krn setiap kepala mempunyai pemikiran pribadi dlm menilai sebuah sepeda…kesimpulannya adalah mari kita sama2 berbuat jujur mengenai sepeda kuno ini dgn memberikan wacana yg baik bagi penghobi,pecinta,dan pemerhati sepeda kuno agar kita semua dpt menikmati betapa indahnya unsur seni dan sejarah dlm sepeda kuno ini….terima kasih..
inovasi, merupakan bentuk seni yang berlogika. Tentu semua tidak bisa lepas dari cita rasa sebuah karya. Cita rasa, hanya ada pada nilai estetikanya. Keindahan yg berisikan kejujuran dari sebuah ide atau karya, semua itu tidak bisa lepas juga dengan waktu kali pertama ide atau inovasi itu muncul.
Wajarlah bila komentar beragam bermunculan saat sepeda pak Helmi ini diperkenalkan. Terlepas dari asli atau tidaknya hasil dari sebuah inovasi tersebut. Hanya waktu yg membedakan dan menjawabnya, kan?!.
Intinya, saya bangga menjadi pecinta sepeda tua, terlebih lagi menjadi warga bangsa INDONESIA. maju terus ONTEL Indonesia…..(gowes lagi ahhh!!)
sabar pa helmi,,,,
sabar ya,,,,
semua komentar teman2 bertujuan baik
hehehehehehe,,,
ane setuju baget dengan pendapat bung marcopolo…. tapi piss aja ah..
onthelis nusantara, admin wiwinaked yang terhormat,
dari komentar komentar diatas semua empu sudah urun comment tetapi kenapa profesor andyt adrian tidak urun rembuk,,sakitkah (…) beliau ? saya sebagai penggemar sepeda koeno sangat membutuhkan penjelasan – penjelasan logika yang biasa beliau sampaikan
dikarenakan rubrik ini sangatlah menarik bila mana ada perpedaan2 dalam sudut pandang penilaian tentang sepeda,juga sepeda sepeda langka yang pernah ada di indonesia,,,
tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pakar pakar onthel di blog ini..saya pribadi berharap prof, andyt ( begitu saya biasa memanggil ) dapat hadir di blog ini kembali dan sudi berbagi ilmu dengan kita semua
semoga persaudaraan sesama onthelis selalu dapat terjaga
komentar boleh bebas, ga ada yang melarang, sepanjang koment yang membangun dan untuk kebaikan
persahabatan jalan terus!!!
Sahabat onthelis yang budiman.
Maraknya tren sepeda onthel terbukti telah memberikan banyak kemanfaatan bagi kita semua. Mulai dari kolektor fanatik yang begitu serius menyeleksi orisinalitas sepedanya, peminat biasa yang lebih menikmati acara kumpul-kumpulnya, hingga penggembira yang sekedar mengikuti kegairahan sesaat saja, semua telah ikut menggeliatkan “Onthelpreneurship” (pinjam istilah Pak Sahid Nugroho) yang menggembirakan.
Agar onthel akan terus menjadi pemersatu kita, semua lalu saling menjaga agar kebersamaan ini tidak tercederai. Semangat itu tercermin dari sikap para sahabat yang cenderung begitu berhati-hati setiap kali melontarkan pendapat. Beberapa lalu seperti alergi terhadap statemen yang berpotensi menimbulkan perbedaan (sehingga dikhawatirkan akan “mencederai” tadi). Maka, lontaran statemen semacam itu akan buru-buru ditutup dengan kalimat penetral semacam: “apa pun sepedanya, yang penting nyaman dikayuhnya”, dsb. Sebenarnya, alasannya mulia sekali.
Saya pribadi pernah menyampaikan mirip yang dikatakan Pak Yudi Marcopolo bahwa kekhawatiran itu agak berlebihan dan bisa membuat rancu sehingga justru menjadi blunder bagi keinginan kita untuk memperluas wawasan akan sepeda onthel. Bahwa sepeda itu yang penting nyaman, oke. Cukuplah itu menjadi rahasia umum. Lalu kita akan berdiskusi tentang originalitas sepeda antik, atau kreativitas sepeda modifikasi, atau tentang ketelitian restorasi, dll tanpa cemas lagi. Tetapi, syaratnya memang: kita mesti jujur memasukkan sepeda kita ke locker yang benar. Jangan memasukkan sepeda modifikasi ke forum diskusi originalitas, misalnya. Kecuali jika pemilik sepeda benar-benar tidak tahu asal-muasal sepedanya sehingga segala bentuk kritik justru akan menjadi masukan dalam menemukan jatidiri sepedanya.
Mas Andyt, misalnya, adalah salah seorang sahabat yang akan selalu bersemangat menjawab pertanyaan teman-teman agar semua terang dan tak ada lagi kegelapan tempat berlindung para oknum ‘blantik’ yang suka menipu para pemula. Dalam dunia pengetahuan, terang adalah wilayah yang nyaman. Usahlah berlindung terus di kegelapan.
Demikian usulan saya. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Semoga, dengan komentar panjang begini, kalau ada yang mau marah pun lalu jadi ngantuk dan lupa akan kemarahannya! Haha… piss ah, bercanda.
Salam persahabatan selalu.
melecehkan Beliau….tetapi semata-mata lebih pada pelurusan terhadap hal-hal yang berpotensi menjadi polemik atau kesalahan referensi. Jadi nothing personal begitu saja…
Karena judulnya sudah sangat spesifik yakni “Gazellenya…”, dan kemudian setelah terkonfirmasi dengan valid, antara “yang senyatanya” dengan “yang seharusnya”, maka muncullah komentar-komentar yang bersifat kritis tadi.
Hal lain adalah diskusi sepeda Pak Helmi dimasukkan ke Blog Wiwinaked yang memang merupakan blog utama komunitas sepeda onthel di Indonesia yang menjadi acuan utama dalam referensi sepeda onthel…sehingga sangat dipahami akan begitu banyak komentar kritis yang muncul demi kepentingan pelurusan referensi tadi.
Mohon maaf, ada komentar terpotong di bagian awal…versi lengkapnya sebagai berikut:
Saya yakin bahwa komentar-komentar dari para sahabat onthelis dalam topik “sepeda gazelle-nya Pak Helmi ini”, tidak ada sedikitpun niat untuk merendahkan atau melecehkan Beliau….tetapi semata-mata lebih pada pelurusan terhadap hal-hal yang berpotensi menjadi polemik atau kesalahan referensi. Jadi nothing personal begitu saja…
Karena judulnya sudah sangat spesifik yakni “Gazellenya…”, dan kemudian setelah terkonfirmasi dengan valid, antara “yang senyatanya” dengan “yang seharusnya”, maka muncullah komentar-komentar yang bersifat kritis tadi.
Hal lain adalah diskusi sepeda Pak Helmi dimasukkan ke Blog Wiwinaked yang memang merupakan blog utama komunitas sepeda onthel di Indonesia yang menjadi acuan utama dalam referensi sepeda onthel…sehingga sangat dipahami akan begitu banyak komentar kritis yang muncul demi kepentingan pelurusan referensi tadi.
Kalau suhu dah pada koment…adem bacanya…nyesss…
Angkringan nyoookk?
hehehehehe,,,seru euy
tenang aja teman2,,
teman dan sahabat tidak akan tersesat,,,
di jamin, kan ada suhu dan maha guru yang membimbing kita
buat mas Irmanov yang kangen pada komentarku (padahal aslinya sering diskusi di teras pak Manu dan markas Pakkar).
penggemar sepeda kuno kebanyakan hanya punya satu keinginan yakni makin eksklusif sepeda koleksinya makin bangga. Eksklusivitas itu lalu diuoayakan dari berbagai hal, misalnya merek, type, varian atau jenis varian, ukuran dan macam-macamnya. Ketika sepeda kuno jenis dan varian yang langka sulit dan tidak dapat lagi ditemukan maka peluang ini dimanfaatkan oleh para pengrajin sepeda untuk membuat sepeda yang tidak pasaran. Di sisi lain, banyak pula kolektor yang ‘tidak puas’ dengan sepeda-sepeda branded koleksinya yang langka dan telah dimiliki, mereka ingin lebih dan lebih lagi…salah satu katarsisnya yakni melakukan rekayasa dan eksperimen. Saya kenal dengan beberapa kolektor yang melakukan itu hanya untuk kepuasan diri yang tidak pernah terbataskan. Sudah jadi watak manusia yang tak pernah puas, apalagi uang berlebih, akses ke pengrajin dan kesempatan mengupayakan dipunyainya sehingga jadilah sepeda sesuai dengan keinginannya.
Soal enak dan nyaman itu soal kedua, sebab tak jarang mereka merekayasa hanya berpatokan pada bentuk, model dan penampakan visual saja, soal konstruksi engineering, ergonomis, faktor keselamatan, dll diabaikan. Banyak perekayasa sepeda hanya berdasarkan faktor trial and eror saja. Tak jarang pemilik bengkel las dan teknisi perakit jadi gusar dan ngamuk-ngamuk jika tidak didukung dengan konsekuensi finansial yang memadai. Salah seorang kawan kolektor di Sidoarjo bahkan bolak balik sampai lebih dari 5 kali ke tukang las (kebetulan saya juga kenal tukang itu) untuk memperbaiki sepeda palang buatannya sebelum sepeda itu benar-benar nyaman dan enak dinaiki.
Soal Gazelle yang diupload di atas, menurut saya sah-sah saja, karena faktor kesukaan pada sepeda kuno sifatnya fleksibel. Yang menjadi ganjalan adalah mengapa harus dimereki dengan brand yang terkenal seperti Gazelle, kenapa kok nggak buat sendiri mereknya. Mbah Asthur -sesepuh Pakkar- punya sepeda buatan sendiri yang luar biasa enaknya, beliau adalah penyuka sepeda dan punya latar belakang engineering yang mantab selain juga pensiunan supervisor teknisi dari industri mesin traktor perusahaan internasional. Sepeda itu dimereki ‘Pakkar’ dengan logo yang diciptakannya sendiri. Sepeda itu jadi kesayangan mengalahkan Neo 1910, NSU, dan Gazelle apapun nf-nya koleksi beliau.
Jadi menurut saya lebih baik jangan dimereki Gazelle supaya gak berkesan pemalsuan, dan kesannya jadi kurang pede dengan kreasi sendiri. Ini mengingatkan pada analisa yang dilakukan peneliti Unair Dr. Eddy Harry (2007) yang mengatakan kesalahan bangsa kita yang membuatnya nggak maju adalah perasaan minder dan cenderung berpersepsi bahwa buatan luar pasti lebih bagus. Ingatlah bahwa awal mula berdirinya industri sepeda Belanda di tahun 1870-1890 an, juga menggunakan komponen impor dari Inggris, Perancis, Amerika dan Jerman sebelum mereka membuatnya sendiri, yang membedakan adalah mereka bangga dengan merek yang diciptakan sendiri seperti Burgers, Fongers, Simplex, dan Gazelle.
Ayo berkreasi dan banggalah pada apa yang kita buat!
akhirnya…
kalo para suhu sudah kasih wejangan rasanya adem…mak nyusss
Para pakar berbicara,,meresap dalam hati,,takjub,! pencerahan yang cukup gamblang,terarah,,hidup para pakar,,!
ha ha akhirnya komentar juga hidup cak irmanov
Karya yg unik dan Menarik ….
@SahidNugroho – Yudi Marcopolo – Wongeres
Ku sepakat dan sepaham dengan Komennya.
Terima kasih Mas irmanov73, akhirnya beliau kasih komentar juga sssiiiiiiiiiiiippp lah . . . . . . . . . .
Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga . . . . . he . . he . . he . . he . . he . . . . . .
akhirnya….mas andhyt angkat bicara…..sip tenan!!
saran aja sih…..tuan-tuan sekalian kalo mau masukin ke blog ini sepedanya yang waras…waras aja…supaya ga jadi makanan pedas hehehehehe……panas….whuah…whouaaahh….yang sabar ya…contoh kasus ini bisa jadi pelajaran…..hehehe maksud pamer ehhh….ternyata….?????
sabar ya….
yang jelas sangat tidak setuju dikasi nama Gazelle, bagusan ganjali aja hehehehe
Sepeda inovasi baru dan ditempali merk Gazelle, apa berarti Gazelle itu sepeda yang buagus denmas sedoyo? Kok gak ditempeli Simplex aja ya?!
Pak Helmi yang di hujat dan di lupakan………sabar ya Pak……Merdeka !!!!!!!
Pa Helmi terus ngontel aja pak, genjot terus sepedamu ciptakan lagi kreasimu. keep smile ^_^
Pak helmi maju terus..ngonthel terus..tapi sepanjang pengetahuan, pak helmi mendapatkan sepeda tersebut memang sudah seperti itu. Membaca komentar yang ada terutama marcopolo, saya pribadi jadi minder untuk ngonthel…
Salam goes…..
menurut saya, tidak layak jika kita memfonis sepeda diatas itu palsu atau asli, bahkan sampai “nuwun sewu” setengah menghujat Bp. Helmi. Toh beliau juga mendapatkan sepeda itu dari orang lain, dan beliau sangat bangga dengan itu.
Siapa tau, sepeda tersebut tadinya memang Gazelle, tetapi karena rusak atau patah, diperbaiki sekalian direnovasi dengan penggantian di beberapa bagian (dilihat ada sedikit kemiripan pada garpu dan supitan belakang, walaupun cuma sedikit).
Misal anda punya motor honda, trus tabrakan, rusak parah, anda perbaiki sekalian dimodifikasi sana sini, apa trus motornya ganti merk lain, atau tidak boleh pakai merk honda.
Jadi kalau menurut saya, sepeda diatas memang bukan model pakem dari Gazelle, tetapi belum tentu sepeda diatas bukan gazelle.
maaf. matur nuwun
[...] [Indramayu] [...]
mantap mentul melntul kali yaaa
DAGELAN,he..
sebelum di siarkan,sebaiknya di cek kebenaran merk dan bentuk sepedanya dulu ke orang2 yang tahu juga mengerti,tentang ke aslian produk tersebut. trimakasih….
saran dan masukan yang baik saya tunggu….
Sepeda sejenis di Indonesia sudah ada 2 (dua),coba klik http://sepeda.wordpress.com/2010/03/03/sepeda-150-blek/ untuk melihat yang satunya lagi.
Orang Gazelle aja gak komplen ya pak Helmi! Gazelle tiada duanya!
gazelle rasa simplex mungkin…
ato bisa jd rasa polxxon.,,,
mungkin uempuk bgt gitu ya….
Benerga tuch
Menurut sy sbg pencinta ontel,.. sepeda tersebut merupakan sepeda modifikasi dari merek the mister trademark dan gazelle dari batangan laki,.. bisa di buktikan dari nomor seri di bawah batangannya (dibawah pedal),.
Saya setuju dengan pendapat Pak Sahid, Mas Andyt, Pak Nur (Wongeres) & Pak Yudi Marcopolo..
Menciptakan model sepeda itu sah. Lha semua merek sepeda kan juga hasil penciptaan. Menurut saya yg awam ini, gazelle,simplex,fongers,burgers & puluhan merek belanda,inggris,jerman,cina,jepang dan eropa yg lain itu cuma muncul duluan dari desain pak Helmi (atau desain yg ahirnya dimiliki pak Helmi). Karena Indonesia pernah dijajah Belanda,kedatangan sekutu(inggris),dijajah Jepang(sebentar) ya normal kalo “lebih kenal” dgn. sepeda2 belanda,inggris. Tapi sama sekali ga berarti sepeda belanda & inggris lebih baik dari sepeda jerman! Cuma orang Indonesia ga kenal ama orang jerman,krn Hitler ga menjajah Indonesia. Coba kalau jerman 1 abad saja menjajah Indo,pasti sepeda2 merek jerman yg sekarang jadi rebutan kolektor! Justru kolektor Indonesia (nuwun sewu) yg kurang wawasan ttg ontel di luar belanda&inggris. Ciri khas orang indonesia kan LATAH. yg satu ngumpulin Gazelle,Simplex,Burgers,Raleigh,… maka yang lain jadi ngikut, manut grubyug..! Seakan kalau miara merek yg bukan itu ga keren! itu jelas ga berkepribadian.
Kemudian kelatahan ini lah yg menimbulkan “pasar”.
Kalau sudah begini,logika dikuburkan dalem-dalem. Lha wong pit ontel sama-sama dari besi aja kok, masa yg buatan jerman atau italy ga bisa lebih baik? lha wong mercedes jerman aja mobil terbaik. Pastinya sepeda jerman juga sangat baik. Teknik logam (metalurgi) mereka sangat maju,juga teknik mekanika,teknik cetak besi,teknik konstruksi mesin. Lha cuma itu tadi, ga ada yg punya pit ontel jerman (terlalu sedikit,kalah suara dg yg belanda & inggris), sehingga ga berani mengangkat pit jerman yg minoritas sebagai kebanggaannya. Kita harus jujur mengakui fakta itu. Sekarang yg ada hanya “para ahli” soal pit belanda & inggris. Mereka ga mumpuni soal pit jerman dan eropa yg lain, soalnya ga ada pasarnya. Sebetulnya ga susah jadi profesor pit begitu, asal rajin cari referensi dan melakukan ‘pengamatan’ (bahasa jawanya:ilmu titen) dan punya minat yang dalam ,pasti cepet bisa. Lha wong soal pesawat terbang yg njelimet bin sulit aja ada Pa Habibie yg mumpuni, apalagi cuma soal per pit ontelan (nuwun sewu poro sesepuh onthel) pasti gampang bin gampil untuk jadi profesor, apalagi kalo yg lain ‘arang-arang ketemu buku’.
Singkat kata, seharusnya ada divisi pit onthel yg khusus untuk mewadahi onthel desain indonesia (andre koopman aja kagum). Saya yakin banget, kalau cuma ndesain pit onthel wong Indonesia ora bakal kalah karo wong londo.
(ha ha ha…apalagi pit ontel kan produk “purba”, teknologinya udah gampang sekali ditirunya..) Lha kalo ndesain pit MTB dengan perlengkapan mekaniknya yg terbaru mungkin cukup sulit,meskipun bisa.
Saya sangat kagum dan suka banget dengan desain pit onthel Pak Helmi. Kalau mau di ‘alih piara’ kan atau oper pemilik saya akan mendaftar nomer satu ke pak Helmi..!
sebagai penyuka sepeda,wuah saya sangat kemecer melihat sepeda pak Helmi..! meskipun akan dikatakan “relatif”, tapi menurut saya desain sepeda itu di atas desain sepeda belanda & Inggris :G,Bur,Sim,Hum,Ral dll. yg beredar di Indonesia.
Pak Helmi, Kalau perlu bikin lagi yg persis begitu dengan merek Helmi, pasti deh laku dijual! ini bisnis besar lho!
Pasti penggemar sepeda ontel banyak yg suka dengan pembaharuan itu. Biar mengembangkan divisi ontel desain baru indonesia! kalau cuma miara barang bekas penjajah aja rasanya ga maju!( maaf banget kalo ada yg kurang berkenan, tidak bermaksud menyinggung atau sikut kanan-kiri para sesepuh & profesor, tapi cuma mengutarakan fikiran murni tak terpolusi). Bukankah kita seharusnya MELESTARIKAN BUDAYA INDONESIA ?, kalau melestarikan pit onthel Belanda,Inggris itu yang seneng kan orang Belanda & Inggris, karena barang-barang tua mereka dipelihara,diuri-uri di sini. Mungkin dinegara aslinya udah ga ada tempat untuk nyimpen segitu banyaknya onthel produk mereka dulu, paling2 10 – 20 biji aja per merek untuk masuk musium. Lainnya bakal digiles jadi besi cor kalau kebanyakan nyampah di sana.(makanya orang belanda bilang sepeda onthel yg bagus pun disana murah sekitar 300 euro aja, soale wis podo wegah, ora ono panggonan kanggo nyelehno maneh). Ini mungkin wacana tidak baru bagi onthelist sekalian,tapi mungkin tidak pernah diutarakan,mungkin sungkan.Sekali lagi,saya sama sekali tidak mencela para pecinta onthel tua, lha wong saya sendiri miara Burgers dames,Burgers Heren,Burgers Wandu. Cuma begitu melihat sepedanya pak Helmi, saya langsung kesengsem,jatuh cinta klepek-klepek seketika…!
salam buat semua onthelis,
Gunanto Bimo. 2011
waduuuuh ni spda…..uuuuunnnniiiikkkk…..aaaasssssiiiiiiiik…….haha
pak saya mau tanya tentang detail bel engkol yang warna hitam itu, bapak dapat dari mana? bisa gak saya di kirim i infonya ke WAHYUSEMPERVI@YAHOO.COM
kayaknya sepeda seperti ini diproduksi banyak..kemarin saya nemu dipinggiran kota bekasi..kata yg punya..sepeda ini sudah lama sekali ..dipake sejak kakeknya masih bisa jualan pisang…kira2 tahun 50 an…kondisinya mirip sekali dgn yg digambar….pemiliknya bilang kakek nya dapat sepeda ini sudah begini,,bukan buatan sendiri….gak tau dr mana…..
murni gaweyan dewe ……tapi boeat sapeda matjam begienie joega soesah ..perloe bieaja mahal dan joega pikiran jang entjer..salam ontel ……
mbel gedes…..
mantap bnget ya pak ontel nya……….
Itu sepeda Gazelle.. tapi emblem nya aja..
Liat aja dri Kaki Kaki belakang..
Tapi suatu modifikasi yang unik..
woh… istimewa tena itu sepeda onthel…..
boleh kan saya tiru bentuknya?
sya punya 1 kyak bgini,tpi cuman rangka aza,,,
unik asyik,seperti sepeda buat perang!!!!!!!!!!
wahhh boleh juga tuh
wah tu modelnya…………….asek banget kalau dilihat………….itu mah sepeda kreasi anak bangsa…………kita